Icon Materi

Materi 2:

Kerangka Kerja Pembelajaran Mendalam

Icon Modul

Modul 2

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari modul ini, pengguna diharapkan dapat:

  1. mengevaluasi kesiapan ekosistem lembaga masing- masing berdasarkan kerangka kerja Pembelajaran Mendalam
  2. merancang supervisi akademik yang mendorong guru untuk menggunakan desain Pembelajaran Mendalam (Kemitraan Pembelajaran, Lingkungan Belajar, Pemanfaatan Digital, dan Praktik Pedagogis)

Urgensi Pembelajaran Mendalam: untuk melengkapi pendekatan pembelajaran dengan menambah karakteristik praktik pedagogi.

  1. Keterlibatan: guru membangun keterlibatan peserta didik sebagai subjek belajar untuk memperoleh pengalaman belajar yang bermakna
  2. Berkesadaran: guru lebih dapat membangun kesadaran peserta didik untuk menjadi pembelajar yang aktif termotivasi secara intrinsik untuk belajar, serta aktif mengembangkan strategi belajar untuk mencapai tujuan
  3. Memuliakan: guru dan peserta didik lebih saling menghargai dan menghormati potensi, martabat, dan nilai- nilai kemanusiaan
  4. Pengembang Budaya Belajar: guru lebih dapat mengembangkan kreativitas dan berinovasi, dan melibatkan peserta didik dalam mengembangkan pengalaman belajar
  5. Pemanfaatan Teknologi Digital: guru dan peserta didik lebih dapat memanfaatkan teknologi digital untuk memberikan efisiensi dan efektivitas pada perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran
  6. Multi/ Interdisiplin Ilmu Pengetahuan: guru dan peserta didik lebih dapat menerapkan multi/ interdisiplin ilmu pengetahuan dalam proses pembelajaran

Definisi Pembelajaran Mendalam

Pembelajaran Mendalam merupakan pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu. (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia)
Sedangkan dalam versi aslinya yang terdapat dalam buku Dive into Deep Learning, Pembelajaran mendalam adalah proses memperoleh enam kompetensi global yaitu karakter, kewarganegaraan, kolaborasi, komunikasi, kreativitas, dan berpikir kritis.