Icon Materi

Materi 3:

Penyelarasan Visi, Misi, dan Tujuan Satuan Pendidikan dengan Pembelajaran Mendalam

Icon Modul

Modul 3

Tujuan Pembelajaran


Pengguna diharapkan dapat:

  1. Melakukan penyelarasan visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan dengan kerangka kerja Pembelajaran Mendalam
  2. Menyusun strategi untuk meningkatkan rasa kepemilikan warga Satuan Pendidikan terhadap visi, misi, dan tujuan yang telah ditetapkan.


VISI



Visi digambarkan sebagai cita-cita bersama warga Satuan Pendidikan tentang masa depan yang ingin dicapai. Visi tidak disusun sendiri oleh Kepala Satuan Pendidikan, tetapi dirumuskan bersama melalui masukan dari seluruh elemen yang ada pada Satuan Pendidikan: guru, murid, orang tua/wali, stakeholder, dan masyarakat peduli pendidikan melalui Komite Sekolah.


Visi yang bermakna atau “hidup” akan memandu langkah, mempersatukan tujuan, dan memberi makna pada setiap layanan Pembelajaran Mendalam pada Satuan Pendidikan. Dalam panduan tersebut, Visi Satuan Pendidikan juga disebutkan sebagai berikut:

  • Visi merupakan gambaran masa depan yang ingin dicapai oleh Satuan Pendidikan
  • Visi memberikan panduan/arahan serta motivasi bagi Satuan Pendidikan
  • Visi harus ideal, realistis, kredibel, atraktif, relatif singkat, mudah dipahami, dan berfokus pada mutu, serta memotivasi setiap pemangku kepentingan.

Dalam buku Dive into Deep Learning: Tools and Engagement, Quinn et al. (2019) menyebutkan bahwa Visi, Misi dan Tujuan yang ideal dan selaras dengan pembelajaran yang mendalam merupakan strategi yang ringkas, jelas, dan terarah dengan tujuan Pembelajaran Mendalam yang fokus serta didukung oleh implementasi yang baik perlu dimiliki bersama oleh seluruh warga Satuan Pendidikan dan digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan.


Sejalan dengan konsep Visi, Misi dan Tujuan Satuan Pendidikan dalam Pembelajaran Mendalam, menurut Senge (2006) dalam bukunya The Fifth Discipline: The Art & Practice of The Learning Organization, Visi Satuan Pendidikan yang ideal harus mencerminkan prinsip learning organization (organisasi pembelajar), yang menempatkan Satuan Pendidikan bukan hanya sekadar tempat belajar bagi murid, tetapi juga menjadi komunitas yang terus berkembang, dan menjadi pemantik atau trigger bagi Kepala Satuan Pendidikan, guru, murid, dan masyarakat, secara aktif belajar bersama untuk mencapai Visi bersama.